Thursday, March 31, 2016

ALASAN MENGIKUTI MLM


Kalau kita mencari (search) di google, begitu banyak ulasan yang mengatakan bahwa MLM itu adalah bisnis berbahaya, bisnis tipu-tipu, bla-bla-bla-bla..  Apakah pendapat itu salah ? Atau apa yang sedang terjadi dengan bisnis MLM ?

Baiklah saya akan sedikit menjelaskan apa yang menurut saya bisnis MLM itu sendiri.

Umumnya kita bisa mengenal bisnis MLM itu dari 3 hal ini :

1. Produk
2. Perekrutan member
3. Bisnis Plan

Memang inilah yang harus benar-benar anda perhatikan bila ingin bergabung untuk menjalankan bisnis MLM. Karena bila ketiga ini tidak lengkap dalam sebuah MLM maka itu bukanlah real MLM. Misalkan ada yang mengatakan bisnis MLM tidak memerlukan Produk, trus apa yang kita pasarkan ? Jadi bila anda menemukan hal-hal tersebut sebaiknya anda menghindar.

Awalnya bisnis MLM ini hadir dikarenakan perusahaan ingin menghilangkan atau mengurangi biaya (cost) yang keluar untuk pemasaran. Karena dengan menjual produknya ke pemakai langsung maka otomatis biaya pemasaran akan hilang alias tidak perlu memasang iklan. Jadi pantaslah bila bonus yang diberikan kepada member adalah dari hasil pemasaran tadi.

Produk yang dihasilkan atau di produksi oleh setiap MLM adalah eksklusif atau tidak ada dijual dipasaran. Hanya bisa didapat dari member yang telah bergabung. Kalau untuk mutu dan kualitas, karena ekslusifnya produk itu, pastilah diproduksi produk yang benar-benar bermutu. Apapun produknya pasti memiliki keunggulan dibanding dengan produk yang ada dipasaran.

Sekarang coba anda tanya kedalam diri anda bila menemukan 2 produk yang berfungsi sama tetapi yang 1 produk memberikan kesempatan anda untuk berbisnis bersama dengan perusahaan itu (alias anda semacam memiliki saham di perusahaan tersebut atau keuntungan), mana yang anda pilih ? Pasti perusahaan yang memberikan keuntungan kepada anda kan ?

Jadi maksud saya begini, bila anda memakai sebuah produk entah itu kecantikan misalkan, apa yang anda dapat ? Tidak ada bukan ? Hanya anda menikmati khasiatnya. Produknya bagus, sudah itu saja. Trus kalau produk yang anda pakai itu menaikkan harga, karena biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran produk tersebut juga meningkat, apakah perusahaan yang memproduksi produk tersebut perduli ? TIDAK.. Karena tau anda tetap akan memakainya karena kebutuhan..

Padahal bila anda memakai produk yang dihasilkan oleh perusahaan MLM, ada kemungkinan anda mendapatkan hasil. Hanya dengan bercerita. Anda memakai produknya dan merasakan khasiatnya lalu bercerita. Banyak orang disekitar kita yang mengalami permasalahan yang sama. Misalkan anda memakai produk kecantikan atau perawatan kulit karena ada flek-flek yang membandel tidak dapat hilang. Lalu anda memakai produknya dan dapat hasil maksimal lalu anda bercerita kepada orang yang mengalami permasalahan yang sama dengan anda sebelumnya, apakah yang terjadi ? Kemungkinan orang tersebut akan mau menggunakan produk yang anda gunakan, bukan ? Dari cerita ini apakah yang anda lihat ?....... PELUANG..

Benar sebuah peluang bisnis. Karena orang tersebut juga akan melakukan hal yang sama bila bertemu dengan orang lain yang memiliki permasalahan yang sama. Apa yang anda hasilkan ? BISNIS.. Benar sekali, berarti anda sudah dalam bagian perusahaan MLM itu, anda bisa bersama-sama mendapat penghasilan.

Namun demikian, begitu banyak orang yang salah konsep tentang MLM itu. Atau mungkin para pemilik-pemilik perusahaan advertising yang merasa kekurangan omset pemasaran produk, merasa tersaingin dan menciptakan kesan jelek bisnis MLM ini. Masih ingat tentang masalah Gojek, Grab Car, Grab Taxi... PERSAINGAN BISNIS.. Betul sekali. Itulah yang mau saya katakan.

Nah, bagi saya bisnis MLM itu bukan yang buruk bila anda melihat vision dari bisnis itu sendiri. Bagi saya daripada memakai produk yang tidak mengerti konsumen atau tidak mau membagi keuntungan dengan konsumennya buat apa saya pakai. Mending saya memakai produk yang mau memberikan keuntungan kepada konsumennya. Buat apa capek-capek memakai produknya lalu bercerita kepada orang dan perusahaan yang produksi produk tersebut tidak perdulu jasa kita merekomendasikan produknya kepada orang ? SORRY to say.. NOOOO.. BIG NO..

Disamping itu semua perhatikan sebuah bisnis memiliki MOMENTUM. Jangan pada saat sebuah bisnis jenuh baru anda bergabung. Pastilah itu sebuah kesalahan bagi anda. Bagaimana kita tahu bisnis itu sudah jenuh ? Perhatikan sebuah bisnis dikatakan jenuh, bila tidak melakukan inovasi baik itu dari segi system ataupun Produk. Pada saat itulah anda tahu bahwa perusahaan itu sudah kehilangan MOMENTUM.

Itu sih pendapat saya.. Bagaimana dengan pendapat anda ???